
Si Perkasa BIB Lembang | Sumber Foto:Humas BIB Lembang
AGRONET - Bagi para peternak, bibit unggul adalah modal utama untuk bisa meningkatkan hasil ternaknya. Untuk mendapatkan bibit unggul murni bukanlah hal yang mudah. Perkawinan langsung antara betina dan pejantan pada hewan sebagai proses alamiah yang terjadi pada makhluk hidup belum menjamin kemurnian gen pejantannya. Metode Inseminasi Buatan (IB) memberi solusi dan jaminan kualitas genetika.
Inseminasi Buatan atau kawin suntik pada hewan adalah proses memasukkan sperma hewan ke dalam hewan betina yang sedang birahi. IB pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Profesor B. Seit dari Denmark pada 1950, di Fakultas Kedokteran Hewan dan Lembaga Penelitian Peternakan Bogor. IB merupakan satu terobosan bagi peternak untuk mendapatkan hasil ternak yang berkualitas dan ada jaminan kemurnian Gen.
Pada tahun 1976 di Indonesia telah didirikan Balai Inseminasi Buatan Lembang dibawah Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang tugasnya adalah memproduksi semen beku pejantan unggul, kemudian disebarkan ke daerah yang melaksanakan IB di Indonesia.
”Tugas kami adalah memproduksi dan distribusi semen beku, melakukan pembinaan kelompok peternak yang sudah maupun yang belum memanfaatkan IB, pengujian mutu semen, dan bimbingan teknis untuk mencetak petugas teknis reproduksi yang handal,” jelas Lina Widyawati, S.Pt., M.S., Seksi Jasa Produksi Balai Inseminasi Buatan Lembang ketika ditemui Agronet disela-sela acara Pameran Peternakan Indonesia 2017 di Cibubur Jakarta. Selain itu kami juga membuka layanan wisata bagi masyarakat yang ingin tahu IB, memberi layanan konsultasi, bahkan kami juga memberi layanan konsultasi cuma-cuma perihal teknis reproduksi, manajemen peternakan maupun kesehatan hewan, tambahnya.
Lina juga menjelaskan beberapa keuntungan IB seperti; pertama, para peternak tidak perlu memelhiara pejantan. Ini merupakan salah satu bentuk efisiensi bagi peternak. Kedua, mutu genetiknya juga terjamin karena telah diseleksi secara genetik. Ketiga, sangat kecil kemungkinan tertular penyakit. Keempat, jangkauan lebih luas dan lebih murah dibanding mengirim pejantan dan kelima, semen beku dapat diekspor maupun impor. (020)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










