Anda Terkena Pikun? Biskuit Minyak Ikan Lele Buatan IPB Obatnya

Kamis, 07 September 2017, 21:41 WIB

Biskuit dan Minyak Ikan Lele Buatan Peneliti IPB

AGRONESIA - Lanjut usia (Lansia) merupakan kelompok usia yang rawan gizi karena terjadi perubahan fisik dan penurunan kemampuan fungsi organ-organ tubuh. Salah satu permasalahan kesehatan pada lansia adalah demensia atau pikun. Dan Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum.

Sebanyak 50-70?ri semua kasus demensia disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Orang dengan demensia (ODD) yang disebabkan penyakit Alzheimer akan mengalami penurunan kemampuan fungsi otak secara berangsur-angsur, hingga kehilangan kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan ODD menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.
 
Hal tersebut membuat peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan penelitian mengenai efikasi biskuit dan minyak ikan lele terhadap profil lipid, stres oksidatif dan fungsi kognitif pada pralansia dan lansia. Mereka adalah Nunung Cipta Dainy, Clara Meliyanti Kusharto, Siti Madanijah dan Martina Wiwie Setiawan Nasrun dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB.
 
Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada lansia usia di atas 65 tahun, tetapi dapat juga menyerang orang yang berusia sekitar 40 tahun. Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Diperlukan berbagai upaya untuk menekan terjadinya Alzheimer yang tidak hanya ditujukan bagi lansia namun juga bagi pralansia,” kata Clara Meliyanti.
 
Clara mengatakan, salah satu faktor risiko yang menyebabkan demensia adalah dislipidemia. Kondisi dislipidemia akan memicu terjadinya stress. Kemudian akan terjadi pembentukan neurofibrillary tangles yang menghambat proses transfer informasi sel neuron, sehingga menyebabkan kematian pada sel neuron. “Oleh karena itu, kondisi dislipidemia sedapat mungkin harus dihindari oleh lansia,” ujarnya.
 
Gaya hidup merupakan faktor risiko penurunan kognitif yang dapat diantisipasi dengan mencegah terjadinya dislipidemia pada lansia. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah dari diet atau pola makan. Pemberian biskuit dan minyak ikan lele dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Biskuit ikan lele mempunyai kandungan yang berbeda dengan biskuit lainnya seperti kandungan proteinnya yang mencapai 18.04%, kandungan SFA sebesar 26.48%, MUFA 32.53?n PUFA 19.76%. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian biskuit dan minyak ikan lele mampu memperbaiki profil lipid dan mempertahankan fungsi kognitif lansia.

“Penurunan fungsi kognitif dapat dicegah dengan memperbaiki kecukupan energi, protein dan menambah asupan asam lemak essensial. Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan status gizi lansia,” tuturnya.(AT/Zul/269/018)