Alat Deteksi Kematangan Mangga Gedong Gincu

Sabtu, 24 Februari 2018, 22:02 WIB

Teknik penentuan tingkat kematangan Mangga Gedong Gincu . Penelitian ini mengukur kandungan gula asam dengan menggunakan teknologi NIR | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET – Peneliti dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) telah meneliti sebuah teknik penentuan tingkat kematangan Mangga Gedong Gincu. Penelitian ini mengukur kandungan gula asam dengan menggunakan teknologi NIR. Mereka adalah Y. Aris Purwanto, I. Wayan Budiastra, dan Noneng Fahri.

Mangga Gedong Gincu memiliki rasa manis asam jika sudah matang. Berbeda dengan mangga lain yang memiliki rasa manis ketika telah matang. Penentuan tingkat kematangan buah dapat dilihat secara visual dengan mengamati warnanya. Mangga Gedong Gincu yang telah matang berwarna kemerah-merahan seperti gincu. Namun, untuk menentukan rasa manis atau asam pada buah mangga tidak dapat dilihat secara visual.

Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode penentuan kualitas Mangga Gedong Gincu berdasarkan umur petik dan tingkat kematangan dengan metoda nondestruktif. Salah satu cara yang potensial adalah dengan spektroskopi NIR (Near Infrared Spectroscopy). ”Metode ini menggunakan alat yang memancarkan gelombang infrared, yang kemudian akan memberikan informasi terkait buah yang diamati,” ujar Aris Purwanto.

Teknologi NIR ini, jelas Aris, menggunakan gelombang infrared. ”Kita dapat mengetahui apakah buah tersebut sudah matang atau belum tanpa merusak buah (nondestruktif). Jadi alat ditempelkan pada buah. Melalui gelombang infrared dapat diperoleh informasi lewat sebuah aplikasi. Pada aplikasi tersebut akan muncul angka yang menggambarkan apakah misalnya buah tersebut matang atau tidak, manis atau tidak tergantung parameternya,” paparnya.

Berdasarkan hasil percobaannya, peneliti ini menyimpulkan bahwa metode spektroskopi infra-merah dapat digunakan untuk menggolongkan Mangga Gedong Gincu secara non destruktif berdasarkan tingkat rasio kandungan gula asam. Dari suatu percobaan, diperoleh tingkat akurasi alat sebesar 77 persen.

Peneliti ini berharap ke depannya alat ini akan dapat dikembangkan untuk berbagai komoditas pertanian di Indonesia. “Jadi kita berusaha untuk mengembangkan bagaimana teknologi ini nantinya tidak hanya untuk mengetahui buah matang atau tidak, dan manis atau tidak yang terlihat dari informasi kadar gula yang ditampilkan pada aplikasi. Tetapi kita juga akan kembangkan untuk berbagai komoditas pertanian dengan parameter yang berbeda untuk setiap komoditas,” jelasnya. (Humas IPB/IR/nm/555)

 

BERITA TERKAIT