Budidaya Umbi Porang, Tanaman Hutan Komoditas Ekspor

Senin, 16 Maret 2020, 14:17 WIB

Prospek bisnis porang, saat ini dan ke depan makin cerah. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Budidaya porang saat ini mulai banyak dilakukan oleh para petani di Indonesia.Tanaman umbi-umbian ini tengah populer dibicarakan masyarakat, khususnya jawa timur dan jawa tengah setelah Paidi, petani porang di desa Kepel, Jawa Timur yang sebelumnya hanyalah seorang pemulung, sukses menjadi miliader dengan bisnis ekspor porang.

Kini, banyak petani mencoba peruntunganya dengan beralih ke budidaya porang. Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.

Umbi porang telah menembus pasar luar negeri dan menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan.  Harga jual porang cukup mahal, membuat masyarakat tergiur menanam tanaman dengan nama latin amorphopallus muelleri ini. Porang basah dihargai sekitar Rp 4.000 per kilogram. Sementara untiuk porang kering yang sudah di iris-iris harganya bisa mencapai Rp35.000 per kilogram.

Porang atau iles biasanya tumbuh liar di hutan tropis dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter. Merupakan tanaman yang tumbuh tunggal dengan warnarcorak belang hijau putih pada batangnya. Mengandung zat glucomanan, umbi porang diekspor ke luar negeri untuk kebutuhan bidang industri, kesehatan dan makanan.

Porang juga banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang. ini karena Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.

Setiap tahunnya, kebutuhan ekspor porang mencapai 750 ton untuk memenuhi perusahaan-perusahaan besar dunia, seperti Jepang dan Cina. Usaha di bidang porang masih terbuka lebar, sehingga siapapun bisa melakukan budidaya porang.

Porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Budidaya porang, sebenarnya cukup mudah. Menurut Hariyadi ada tiga sistem dalam penanaman porang, sistem pertama adalah perkembangbiakan dengan katak. Sistem kedua dengan menggunakan biji atau buah porang, biji porang ini diambil dari tongkol buah dimana dalam kurun waktu empat tahun akan menghasilkan 250 butir. Dan yang terakhir adalah perkembangbiakan dengan umbi.

Syarat Tumbuh Tanaman Porang

- Perhatikan Jenis dan PH Tanah

Tanaman porang pada dasarnya dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Namun agar hasilnya lebih maksimal, anda perlu menyiapkan tanah gembur dan subur yang tidak tergenang air. Selain itu, pastikan juga keasaman tanah harus berada pada pH 6-7.

- Kondisi Lingkungan

Budidaya porang memerlukan naungan tumbuhan lainnya agar porang yang kita tanam bisa tumbuh dengan baik. Tingkat kerapatan naungan pohon porang ini harus minimalnya 40 persen. Jenis tanaman yang baik untuk menaungi tanaman porang seperti mahoni, jati, dan juga sono.

- Iklim /Suhu

Menanam porang juga harus memperhatikan iklim dan suhu. Tanaman porang akan lebih baik jika ditanam pada ketinggian 100-600 mdpl.
 
Teknik Perkembangbiakan 

Perkembangbiakan porang bisa dilakukan dengan cara vegetatif maupun generatif. Namun secara umum, teknik perkembangbiakan budidaya porang dilakukan dengan tiga teknik ini;

Perkembangbiakan dari Katak atau Bintil.

Katak adalah bintil berwarna porang berwarna coklat kehitaman biasanya muncul pada pangkal dan tangkai daun porang. Dalam 1 kilogram katak atau bintil, berisi 100 butir bintil/katak.

Bintil atau katak porang bisa anda kumpulkan saat panen, kemudian simpan sampai musim penghujan tiba, lalu tanam bintil atau katak tersebut di lahan yang telah disiapkan.

Perkembangbiakan Melalui Buah dan Biji Porang

Budidaya porang juga dapat dilakukan dengan mengembangbiakan buah dan bijinya. Dalam kurun waktu 4 tahun porang akan segera berbunga dan berubah menjadi buah atau biji.

Satu tongkol buah/umbi porang, bisa menghasilkan 250 butir yang bisa anda gunakan untuk bibit porang dengan disemaikan terlebih dahulu.

Perkembangbiakan dengan Umbi

Memulai budidaya porang, anda juga bisa mengembangbiakan umbi porang yang berukuran kecil. Umbi porang yang berukuran kecil, bisa anda peroleh dari hasil pengurangan tanaman porang yang sudah rapat. Hasil pengurangan tanaman porang ini, anda kumpulkan dan bisa dimanfaatkan sebagai bibit.

Sementara untuk umbi porang yang berukuran besar, kita bisa membelah dan memecah-mecah bagian umbi menajdi beberapa bagian lalu ditanam di lahan yang sudah disiapkan.

Persiapan Lahan

Yang harus diperhatikan dalam budidaya porang adalah lahan. Lokasi lahan yang sangat baik untuk menanam porang yakni di bawah naungan pepohonan seperti mahoni, jati dan sebagainya. Menanam pohon di lahan terbuka juga bisa dilakukan, asalkan diberi naungan paranet agar cahaya sinar matahari tidak terlalu berlebihan.

Yang harus diperhatikan dalam menyiapkan lahan untuk porang; Pertama, bersihkan dulu lahan yang akan dipakai dari gulma dan berbagai sisa tanaman. Kedua, untuk pemasangan ajir harus diberi jarak 1 m x 1 m itu untuk bibit umbi maupun katak. Ketiga, buat jalur dengan cangkul selebar 0,5 meter, untuk bibit porang yang menggunakan bintil atau katak tanam pada jalur yang sudah dicangkul. Sementara untuk bibit yang berasal dari umbi buat lubang dengan ukuran 20x20x20 cm.

Berikan pupuk pupuk dasar sebelum umbi porang ditanam menggunakan pupuk bokashi 0,5 kg/lubang dicampur dengan top soil, sementara untuk bibit katak, gunakan pupuk bokashi dicampurkan dengan tanah sekitar ajir.

Menanam Porang

Yang harus diperhatikan dalam budidaya porang juga yakni cara dan teknik menanamnya. Tanaman porang sangat baik ditanam pada musim hujan, yaitu pada bulan November-Desember.

Cara menanam porang : 

Masukan bibit porang yang telah disiapkan satu per satu ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan, ingat letak bakal tunas harus menghadap ke atas.

Setiap lubang tanam mesti diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam antara 1 meter x 1 meter. Setelah selesai, tutup lubang dengan tanah setebal 3 sentimeter.

Pemupukan 

Budidaya porang juga harus memperhatikan pemberian pupuknya. Menanam porang harus dilakukan pemupukan dasar. Selanjutnya, pemupukan bisa dilakukan setahun sekali saat masuk musim hujan. Gunakan pupuk urea 10 gram dan 5 gram SP 36 pada satu lubang tanaman porang. Pemberian pupuk sendiri dilakukan dengan cara ditanam pada sekitar batang porang.

Pemeliharaan

Agar pertumbuhan porang bisa maksimal, harus dilakukan perawatan intensif salah satunya membersihkan gulma. Gulma bisa menjadi penyaing porang dalam hal penyerapan air dan unsur hara.

Membersihkan gulma dan tanaman lainnya bisa dilakukan sebulan sekali. Gulma yang sudah kita bersihkan jangan dibakar atau dibuang, tapi masukan ke dalam lubang untuk pupuk organik.

Pengendalian Hama dan Penyakit.

Yang tak kalah penting dari budidaya porang yakni pengendalian hama. Biasanya tanaman porang dihinggapi hama semacam ulat makasar orketti, belalang, ulat umbi araechenes dan nematoda.

Penyakit yang menyerang porang diantaranya busuk batang semu, dan mengalami layu daun yang diakibatkan oleh jamur Rhyzoctonia sp, Cercospora sp, Sclerotium sp.

Untuk mencegah agar porang tidak terkena penyakit tersebut, bisa digunakan pestisida alami yang biasa dijual di toko pupuk.

Panen 

Tahapan akhir dari budidaya porang yakni masa panen. Porang bisa dipanen setelah dua tahun ditanam. Berat umbi porang yang dipanen rata-rata 1 kilogram per umbi. Untuk umbi porang yang masih berukuran kecil bisa ditinggalkan saja, untuk dipanen tahun berikutnya.Setelah masa panen pertama, bisa dipanen satu tahun berikutnya tanpa harus menanamnya kembali. 

Ciri-ciri porang yang siap panen adalah jika daunnya telah kering dan jatuh ke tanah. Satu pohon porang bisa menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua.

Setelah umbi dipanen kemudian  dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong lalu dijemur, Langkah berikutnya, setelah umbi dipanen harus dibersihkan dari akar dan tanah. Umbi kemudian dipotong atau diiris. Memotong umbi tersebut harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan. Potongan umbi porang lalu dijemur. Dan setelah itu, bisa dijual ke agen.

Selamat mencoba, semoga sukses.