Kenali Varietas Padi Bengawan Lebih Dekat

Sabtu, 31 Mei 2025, 23:35 WIB

Varietas Padi Bengawan | Sumber Foto:Kementarian Pertanian

AGRONET -- Bengawan merupakan salah satu verietas padi unggulan Indonesia yang sudah ada bahkan sejak sebelum merdeka, yakni tahun 1943.

Padi Bengawan merupakan hasil persilangan dari varietas Cina dan Latisail yang memiliki keunikan tersendiri, yakni jumlah berat seribu bulirnya yang mampu mencapai 31 gram loh Tani Lovers!, perbandingan tersebut cukup membuat Bengawan termasuk dalam padi yang berkategori besar dibandingkan dengan berat seribu bulir jenis varietas lainnya.

Ciri-ciri padi Bengawan adalah usia tanam sekitar 155-160 hari dengan tinggi kurang lebih 145-165 cm, bentuk posisi daun yang terkulai, bentuk gabah panjang dan ramping berwarna kuning dengan ujung gabah keunguan dengan potensi hasil kategori sedang.

Tak hanya unik, Bengawan juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya seperti, tahan terhadap penyakit mentek dan blas, tahan penyinaran yang lama, memiliki banyak anakan produktif. Salah satu klon varietas padi Bengawan adalah, Sigadis yang memiliki wangi khas serta rasa yang enak.

Berikut adalah panduan budidaya untuk kedua varietas tersebut. Langkah-langkah budidaya padi Bengawan dan Sigadis :

1. Persiapan lahan
Pengolahan tanah: Bajak dan ratakan tanah agar siap untuk ditanami. Berikan pupuk kompos, pupuk kandang, atau bahan organik lainnya yang sudah lapuk saat mengolah tanah.
Pembentukan petakan: Buat petakan yang sesuai untuk persemaian dan lahan tanam utama.

2. Pemilihan dan penyemaian benih
Pemilihan benih berkualitas: Gunakan benih yang bermutu baik. Lakukan pengujian sederhana dengan merendam benih dalam larutan ZA atau larutan garam. Benih yang tenggelam adalah benih berkualitas, sedangkan yang mengapung harus dibuang.
Perendaman benih: Rendam benih yang sudah dipilih selama 2 x 24 jam sebelum disemai.
Persemaian: Semai benih di tempat persemaian yang dekat dengan lokasi tanam. Persemaian dilakukan selama sekitar 25 hari hingga bibit siap dipindahkan.

3. Penanaman
Pola tanam: Varietas Bengawan dan Sigadis dapat ditanam menggunakan pola tanam biasa atau metode jajar legowo, yang terbukti dapat meningkatkan populasi tanaman dan hasil panen.
Penanaman bibit: Pindahkan bibit dari persemaian ke lahan tanam utama. Pastikan bibit ditanam tegak dengan jarak tanam yang sesuai.
Pengaturan jarak: Jarak tanam standar adalah sekitar 25 cm x 25 cm, atau dapat disesuaikan dengan metode jajar legowo (misalnya 4:1 atau 6:1) untuk mengoptimalkan populasi dan paparan sinar matahari.

4. Pengairan
Fase awal: Setelah tanam, genangi lahan setinggi 2-5 cm selama 10 hari pertama.
Fase vegetatif: Lanjutkan dengan pengairan yang intermiten (basah-kering), dengan interval 7-10 hari.
Fase generatif: Berikan air yang cukup saat masa pembungaan.
Menjelang panen: Hentikan pengairan 10-14 hari sebelum panen.

5. Pemupukan
Pupuk dasar: Berikan pupuk dasar pada usia 7-14 hari setelah tanam (HST), bisa berupa pupuk N (Urea), pupuk P, pupuk K (KCl), atau pupuk majemuk sesuai dosis yang dianjurkan.
Pupuk susulan: Berikan pupuk susulan pada fase kritis pertumbuhan, seperti pembentukan anakan aktif (21-28 HST) dan stadia primordia bunga (35-50 HST).

6. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian terpadu: Lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Ketahanan varietas: Varietas Bengawan memiliki ketahanan terhadap beberapa penyakit, seperti mentek dan blas, tetapi tetap perlu dipantau secara berkala.

7. Panen
Masa panen: Padi Bengawan memiliki usia panen yang tergolong dalam, yaitu sekitar 155-160 hari. Waktu panen ini dapat berbeda tergantung pada kondisi lingkungan.
Pemanenan: Setelah padi matang, lakukan panen dan penanganan pascapanen dengan baik.
Karakteristik spesifik varietas
Bengawan: Memiliki postur tanaman tinggi (145-165 cm) dan menghasilkan bulir panjang dan ramping dengan ujung keunguan. Tahan terhadap penyakit mentek dan blas.
Sigadis: Merupakan klon dari Bengawan yang memiliki ciri khas berupa nasi yang wangi dan enak.

 

Sumber :

Kementerian Pertanian