Sekitar 30 persen dari total impor gula Indonesia berasal dari India.

Pengamat: Andalkan Impor Gula, Indonesia Berisiko Inflasi

Sabtu, 02 September 2023, 14:25 WIB

Grafik inflasi (ilustrasi) | Sumber Foto:Inflation Grapgh-Marco Verch Professional Pho

AGRONET -- Pengamat pertanian Oki Wijaya mengatakan wajar bila India menghentikan ekspor gula mereka ke seluruh dunia. Dosen agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mengatakan, berdasarkan pendekatan perdagangan internasional, pembatasan hingga penghentian ekspor dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

“Ini dapat dipicu oleh berkurangnya pasokan atau hasil panen di negara asal, stabilisasi harga, maupun kebijakan politik perdagangan internasional dari negara asal,” kata Oki seperti dikutip dari situs resmi UMY, Sabtu (2/9/2023).

Sebagai salah satu negara yang masih mengandalkan impor gula dari India, Indonesia berpotensi mengalami inflasi yang akan memengaruhi daya beli masyarakat. Lebih jauh, Oki memandang inflasi yang disebabkan kenaikan harga gula dapat terjadi di seluruh dunia.

“Kebijakan India yang tidak lagi mengeskpor gula menjadikan pasokan gula di seluruh dunia berkurang, yang dikenal dengan istilah excess demand. Pasokan gula yang tidak dapat memenuhi permintaan pasar akan menyebabkan harga gula naik di atas harga ekuilibrium,” kata Oki.

Sekitar 30 persen dari total impor gula Indonesia berasal dari India. Meskipun Indonesia masih memiliki lahan tebu yang terbilang produktif, kapasitas pabrik gula di Indonesia dirasa masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Sejauh pengetahuan saya, terakhir pada September 2021 kapasitas produksi gula Indonesia berkisar antara 2,5 hingga 3 juta ton per tahun,” tambah Oki.

Namun hingga saat ini, kebutuhan untuk gula di Indonesia seringkali lebih tinggi, bisa mencapai 5 hingga 6 juta ton per tahun. Oki menambahkan jika bukan tidak mungkin keputusan India dapat memicu negosiasi atau diskusi bilateral antara India dengan Indonesia mengenai perdagangan komoditas.

Hal ini didasari atas ketahanan pangan Indonesia yang dapat terpengaruh mengingat besarnya jumlah gula yang diimpor dari India. “Ketahanan pangan merupakan isu yang kompleks serta melibatkan banyak faktor, termasuk produksi, distribusi dan stabilitas harga," kata Oki.

"Jika Indonesia sangat bergantung pada impor gula dari India, kebijakan India yang menghentikan ekspor akan sangat memengaruhi ketersediaan gula di pasar domestik,” tambahnya.

Menurut Oki diversifikasi pasokan salah satu cara untuk merespon kebijakan dari India. Ia mengatakan terdapat beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah demi mengurangi ketergantungan impor gula dari suatu negara.

“Cara lainnya adalah dengan menyesuaikan kembali kebijakan harga pasar ataupun mempersiapkan stok gula darurat. Selain itu, fenomena ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan nilai investasi di sektor pertanian dan teknologi, yang dapat meningkatkan produksi gula domestik. Ini sekaligus memberikan dampak positif bagi produsen gula di Indonesia,” kata Oki. (tar)