Budidaya Belut, Mudah Namun Menguntungkan

Jumat, 18 Oktober 2019, 20:42 WIB

Budidaya belut tidaklah susah, tidak jauh beda dengan budidaya ikan pada umamnya. Hal yang harus diperhatikan adalah tentang pemberian pakan dan kebersihan kolam. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Belut merupakan salah satu ikan konsumsi favorit masyarakat Indonesia.  Karena  tingginya permintaan pasar,  semakin banyak para pembudidaya ikan belut.  Jika dulu belut hanya didapatkan dari para pemancing dan pengobor belut. Tetapi sekarang sudah banyak para pembudidaya belut.

Belut merupakan salah satu jenis kelompok ikan air tawar yang dapat hidup di tempat yang memiliki sedikit air dan berlumpur. Ada dua jenis belut yang biasa dibudidayakan yaitu belut sawah dan belut air.  Sampai saat ini belut belum bisa dibudidayakan, para pembudidaya hanya bisa melakukan pembesaran belut. Ini karena belum ada penemuan tentang bagiamana cara membedakan belut jantan dan betina, serta untuk mengawinkannya.

Budidaya belut tidaklah susah, tidak jauh beda dengan budidaya ikan pada umamnya. Hal yang harus diperhatikan adalah tentang pemberian pakan dan kebersihan kolam.  

Menyiapkan Kolam Budidaya Belut

Ada berbagai macam cara budidaya belut. Ada budidaya ikan belut dengan lumpur, budidaya belut tanpa lumpur, budidaya belut air bersih, budidaya belut dalam drum, dan budidaya belut dalam tong.

Sebenarnya tujuan dari perbedaan media budidaya belut ini sama, yaitu untuk mempercepat pembesaran dan proses pemanenan belut. Tetapi ada beberapa keunggulan dan kelemahan dari beberapa media budidaya belut tersebut.

Pemilihan Bibit Belut

Pemilihan bibit belut akan menentukan hasil panennya nanti. Jadi Anda harus memilih bibit belut berkualitas dan unggul.  Berikut beberapa ketentuan dalam pemilihan bibit belut budidaya :

  • Pilihlah bibit yang tidak ada bekas luka dan kondisi belut yang lincah.
  •  Hindari bibit belut yang didapat secara alami, karena akan menimbulkan bekas luka seperti cara penangkapan dengan metode setrum, berburu di dalam lumpur sawah dan sungai.
  • Lebih teliti dalam memilih dan membeli bibit belut. Bibit yang sehat tentunya berpotensi untuk berkembang secara maksimal.
  • Ukuran bibit setidaknya harus merata atau sama besar. Tingkatan kanibalisme bisa diminimalisir dengan cara memilih ukuran bibit yang sama besar.
  • Selain adanya kanibalisme pemberian pakan tentunya juga tidak akan merata jika Anda mencampurkan bibit yang kecil dengan bibit yang besar di satu kolam yang sama

Penebaran Bibit Belut

Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2. Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres.

Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama proses karantina.

Pemberian Pakan Belut

Pemberian pakan yang terjaga dengan baik akan mendukung pertumbuhan bibit belut lebih optimal. Agar dapat tumbuh dengan cepat dan segera panen, maka pemberian pakan pada bibit belut akan lebih baik jika merupakan pakan segar seperti:

  • Pelet khusus belut
  • Belatung dan siput
  • Cacing tanah
  • Ikan cetol (biasanya di sawah dan parit)
  • Anak ikan yang masih berukuran kecil lainnya.

Dalam sehari sebaiknya diberikan pakan sekali saja diwaktu sore menjelang malam karena ini adalah waktu belut sering keluar mencari buruan seperti di alam liar. Pemberian pellet juga bisa dilakukan sebagai pakan tambahan agar dapat memicu pertumbuhan belut lebih cepat.

Namun jenis pakan tidak alami ini sebaiknya hanya sebagai selingan dan tidak diberikan setiap hari sesuai dengan takaran yang tepat yaitu maksimal 5?ri berat keseluruhan bibit belut yang dimasukkan.

Pengaturan Air Kolam Belut

Pastikan air kolam memiliki kadar oksigen yang terjaga, serta kadar pH air kolam diantara 6-9. Atur juga sirkulasi air kolam dengan baik, atur seperti genangan pada habitat aslinya yaitu genangan air sawah. Kemudian atur kedalam air kolam dengan ketinggian 20cm.

Jangan terlalu dalam memberi air pada kolam, hal ini akan berpengaruh pada postur tubuh belut. Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut.

Panen Budidaya Belut

Proses pemanenan belut sebenarnya tidak memiliki takaran dan masa panen, karena mau sekecil apapun belut tetap bisa dinikmati dan bergizi tinggi. Namun agar panen yang didapati dalam jumlah maksimal, maka bisa melakukan panen setelah 3 hingga 4 bulan masa pemeliharaan.

Anda bisa melakukan pemanenan secara harian atau tidak secara sekaligus dengan penangkapan manual. Hal itu karena kebanyakan masyarakat menyukai ukuran belut yang beragam, tidak selalu harus ukuran yang besar.

Proses panen dengan cara budidaya belut tanpa lumpur ini lebih mudah dan praktis daripada metode lainnya. Apabila menggunakan kolam bisa dilakukan dengan menguras kolam atau menjaring belut yang ada di kolam.(234)_